Bukan Cuma Bergantung pada Eze! Eka Ramdani Siapkan Kejutan Taktis Jelang Laga PSGC vs Persiku
Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani, menegaskan timnya siap tampil beda dan mematok target tiga poin penuh saat berhadapan dengan Persiku Kudus. Tak hanya membawa misi meraih poin untuk mendongkrak mental skuad, legenda sepak bola Indonesia ini juga membeberkan kesiapan variasi skema serangan Laskar Singacala yang diyakini bakal merepotkan lini pertahanan lawan.
Eka mengungkapkan bahwa raihan poin penuh sangat vital bagi kondisi psikologis para pemain di lapangan. Menurutnya, berjuang maksimal untuk mengamankan poin penuh merupakan fondasi utama sebelum menyerahkan hasil akhir.
"Target harus selalu tiga poin. Perkara hasil akhir itu di luar kuasa kita, yang terpenting adalah ikhtiar dan usaha maksimal di lapangan. Target ini sangat memengaruhi psikologis pemain, karena tidak mungkin kita bermain tanpa membidik poin penuh," ujar Eka Ramdani.
Tepis Ketergantungan pada Sosok "Eze"
Menjelang laga krusial ini, Coach Eka turut mengklarifikasi anggapan publik yang menilai strategi penyerangan PSGC terlalu bergantung pada striker legendaris Ezechiel N'Douassel ("Eze"). Ia menegaskan bahwa sejak awal masa persiapan, skema formasi 4-3-3 yang dirancang staf pelatih justru mengandalkan kolektivitas tim.
Dalam skema tersebut, Laskar Singacala mengandalkan tiga penyerang sejajar di depan serta dukungan dari lini kedua lewat pergerakan para gelandang.
"Sebenarnya sejak awal persiapan, kita tidak hanya tertumpu pada Eze. Dalam skema 4-3-3, kita memiliki tiga penyerang di depan serta dukungan gelandang yang bisa muncul dari lini kedua. Hanya saja, anak-anak memang belum fully matang menerapkan taktikal tersebut," jelasnya.
Evaluasi Transisi dari Sesi Latihan ke Pertandingan Resmi
Eka tidak menampik bahwa pada pertandingan sebelumnya, aliran bola terkesan selalu bermuara kepada Eze. Hal tersebut terjadi karena para pemain masih memerlukan waktu untuk menyelaraskan skema yang sudah diasah saat latihan ke dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
Meski demikian, materi variasi serangan sejatinya sudah dibekalkan secara intensif dalam sesi latihan. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh staf pelatih agar transisi strategi dapat berjalan mulus saat berhadapan dengan Persiku.
"Variasi itu sebenarnya sudah ada, cuma belum terlihat saja saat pertandingan sesungguhnya. Tentu transisi dari latihan ke pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi utama bagi staf pelatih ke depannya," pungkas Eka.
Sementara itu, untuk mengantisipasi gempuran Persiku Kudus, lini pertahanan PSGC dipastikan tidak akan melakukan penjagaan khusus (man-to-man marking) pada satu atau dua pemain lawan saja. Tim pelatih memilih mengwaspadai seluruh pergerakan penggawa Persiku secara kolektif demi mengamankan poin maksimal.
